Retro Party #1 Karasmin Bahari, 5-6 Januari 2013, Pelaihari, Kab. Tanah Laut, Kalimantan Selatan

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Gambar

Memperingati Hari Pahlawan

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Galeri

NgOnthel terakhir dgn Bpk. H.M. Aunul Hadi (Bupati Hulu Sungai Utara) 7 Oktober 2012

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Galeri

Silaturahmi Onthelis Se Kalimantan, 30 Juni 2012

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

NgOnthel 17 Juni 2012 (Survey Rute utk Silaturahmi Onthelis Se Kalimantan 30 Juni 2012) berama WAKAPOLRES & KASAT LANTAS HSU

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Durkopp’, Onthel Jadul yang Unik (Onthel tanpa rantai)

Terbilang tua, karena dibuat tahun 1900-an, Durkopp menjadi pusat perhatian onthelis di setiap acara dan ‘genjot’ bareng…

Gambar

‘Durkopp’ dicoba para onthelis/ Foto-foto: Safari TNOL

 

Ada pemandangan unik ketika mengikuti gathering yang digelar Onthel Setu Babakan (OSEBA) yang berlangsung di Setu Babakan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (11/12) kemarin. Hampir semua onthelis yang hadir di pagi yang cerah itu memperhatikan satu sepeda yang sangat unik dan berbeda. Disebut unik, karena tampilan sepeda tersebut sangat berbeda dengan onthel lainnya.

Dilihat dari tampilan luar, sepeda tersebut usianya sudah sangat berumur. Ini dilihat dari kondisi cat yang telah memudar di semua bagiannya. Terlihat juga karat di sana-sani. Frame dari sepeda tersebut berbentuk frame swin yang mirip leher angsa. Uniknya lagi, sepeda onthel tersebut tidak memiliki rantai untuk menggerakan roda belakangnya. Sepeda ini masih menggunakan sistem gardan untuk menggerakan roda belakang.

Gambar

‘Durkopp’, jadul abis

Selain itu, ukuran stangnya juga berbeda dengan sepeda onthel pada umumnya. Sepeda onthel tersebut stangnya berukuran lebar. Sementara handle stang masih menggunakan kayu. Rem untuk menahan laju kecepatan juga menggunakan sistem tusuk. Keunikan lainnya, aksesoris masih menempel dengan sempurna. Bel sepeda masih asli dengan tulisan ‘Durkopp’. Tas kulit di bagian bawah sadelnya juga masih asli.

Ya, merk sepeda yang menarik perhatian para onthelis itu adalah Durkopp, sesuai dengan plat merk yang tertera di leher sepeda. Plat merk itu memiliki warna dasar biru dengan huruf D yang besar. Mengingat sepeda tersebut jarang yang memiliki, maka banyak onthelis yang mencobanya. Bahkan ada diantaranya yang berfoto bersama di samping sepeda tersebut.

Gambar

‘Durkopp’ yang antik…

“Rasanya ada yang krak-kruk saat jalan,” kata onthelis usai mencoba. Rasa yang aneh tersebut mungkin didapat dari sistem gardan yang bergesekan dengan logam lainnya. Sementara jika menggunakan rantai maka hal tersebut tidak terjadi.

Pemilik sepeda unik tersebut adalah Hardi (32), pemuda asal Semarang, Jawa Tengah. Sepeda tersebut dibelinya dari seorang teman pada tahun 2005. Namun ia enggan menyebutkan besaran harga saat membeli sepeda tersebut. “Enggak enak menyebutnya. Jangan menyebut harga deh,” pintanya.

Gambar

Unik dengan lampu tua

Menurut Hardi, pada awalnya sepeda tersebut tidak boleh dibeli. Hal tersebut mengingat pemiliknya masih sangat sayang. Apalagi sepeda tersebut merupakan warisan dari orang tuanya. Selain itu, kondisi sepedanya juga sangat rusak parah dan tidak laik jalan. Namun, setelah dirayu maka pemilik sepeda tersebut merelakan untuk dibeli olehnya.

“Kebetulan saat itu pemilik sepeda lagi butuh duit. Maka langsung saya beli saja sepeda itu dan ternyata mau,” kenang Hardi.

Menurut Hardi, berdasarkan informasi yang didapatnya, sepeda tersebut dibuat sekitar tahun 1900-an. Negara yang membuatnya adalah Jerman. Adanya bukti sepeda tersebut dibuat pada tahun 1900-an dilihat dari stangnya yang berukuran lebar.

“Sepeda yang dibuat di tahun 1900-an memiliki stang yang lebar sehingga mampu menutupi lutut. Semakin modern maka ukuran stangnya semakin kecil,” kata Hardi.

Saat dibeli kondisi sepeda tersebut dalam keadaan rusak yang sangat parah. Hardi pun membawanya ke bengkel yang menangani khusus sepeda. Sudah dua bengkel yang menangani sepeda tersebut namun hasilnya tidak maksimal. Sepeda tersebut bisa digunakan hingga sekarang setelah dibawa pada sebuah bengkel di daerah Surabaya, Jawa Timur.

Gambar

Tidak memakai rantai

Untuk memperbaikinya juga butuh waktu yang lama. Setidaknya selama satu tahun sepeda itu ditangani oleh bengkel sepeda tersebut. “Banyak yang perlu diperbaiki supaya sepeda ini bisa jalan,” jelasnya.

Butuh waktu lama dan banyak yang diperbaiki membuat ongkos servis sepeda tersebut juga membengkak. Setidaknya, Hardi telah mengeluarkan duit dari koceknya di kisaran Rp 1 jutaan ke atas. Namun ongkos yang mahal tersebut tidak membuat Hardi kecewa. Apalagi saat ini sepeda tersebut bisa digunakan hingga menarik perhatian onthelis lainnya.

Gambar

Pakai rem sistem tusuk…

“Sepeda ini sangat menarik, karena tanpa rantai atau chainless dan konstruksi rem depannya masih sistem tusuk,” paparnya.

Hardi mengakui, selama menggunakan sepeda tersebut banyak yang melirik. Apalagi saat ini sepeda tersebut juga telah dilengkapi dengan berbagai aksesoris yang memikat, seperti lampu dan kunci kuno yang sangat unik.

Tidak heran, banyak yang tertarik dan menawar sepeda tersebut untuk membelinya. Harga yang ditawarkan pun sangat menggiurkan yakni jutaan rupiah. “Tapi saya nggak mau lepas, karena masih senang dengan sepeda ini,” tandasnya. (Sbh)

Sumber : 

TNOL

Safari Sidakaton 

Rabu, 14 Desember 2011

http://www.tnol.co.id/onthespot/12188-durkopp-onthel-jadul-yang-unik.html?format=html&lang=id

 

Dalam Rangka Memperingati HUT KOSTI Ke IV 12 Pebruari 2012

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Previous Older Entries

%d blogger menyukai ini: